Peran Strategis Vitamin C dalam Budidaya Udang Vannamei
Budidaya udang vannamei (Litopenaeus vannamei) saat ini berkembang menuju sistem intensif hingga super-intensif, yang ditandai dengan kepadatan tinggi, input pakan besar, serta fluktuasi kualitas lingkungan yang cepat. Dalam kondisi tersebut, nutrisi tidak lagi hanya berperan sebagai sumber energi dan pertumbuhan, tetapi juga sebagai faktor penentu ketahanan fisiologis dan kesehatan udang. Salah satu nutrien yang memegang peranan krusial adalah vitamin C (asam askorbat).
Berbeda dengan beberapa organisme lain, udang tidak mampu mensintesis vitamin C secara endogen. Oleh karena itu, kebutuhan vitamin C sepenuhnya bergantung pada suplai dari pakan atau suplementasi tambahan. Kekurangan vitamin C terbukti berdampak langsung pada penurunan pertumbuhan, kerentanan terhadap stres lingkungan, hingga melemahnya sistem imun udang.
- Vitamin C sebagai Nutrien Esensial pada Udang VannameiVitamin C merupakan vitamin larut air yang berfungsi sebagai ko-faktor berbagai reaksi biokimia penting. Pada udang vannamei, vitamin ini dikategorikan sebagai nutrien esensial, karena ketiadaannya tidak dapat dikompensasi oleh mekanisme fisiologis internal. Defisiensi vitamin C dapat menyebabkan gangguan pembentukan jaringan, lemahnya eksoskeleton, lambatnya pemulihan pasca-molting, serta meningkatnya mortalitas. Dalam konteks budidaya intensif, di mana udang terus-menerus terpapar stres osmotik, kualitas air yang fluktuatif, serta tekanan patogen, peran vitamin C menjadi semakin signifikan.
- Fungsi Fisiologis Utama Vitamin C
- Sintesis Kolagen dan Kesehatan Eksoskeleton
Salah satu fungsi utama vitamin C adalah mendukung sintesis kolagen. Kolagen merupakan komponen struktural penting yang menyusun jaringan ikat dan berperan dalam pembentukan serta penguatan eksoskeleton udang. Kecukupan vitamin C membantu mempercepat proses pengerasan eksoskeleton setelah molting dan mempercepat pemulihan luka akibat gesekan, kanibalisme ringan, atau manipulasi saat sampling. Dengan eksoskeleton yang lebih kuat dan jaringan yang pulih lebih cepat, risiko kematian akibat kerusakan jaringan dapat ditekan secara signifikan. - Aktivitas Antioksidan dan Manajemen Stres
Vitamin C juga berfungsi sebagai antioksidan kuat yang mampu menetralkan radikal bebas. Dalam tambak intensif, radikal bebas dapat terbentuk akibat stres osmotik, fluktuasi salinitas, perubahan suhu, hingga akumulasi metabolit toksik. Apabila tidak dinetralisir, radikal bebas akan merusak membran sel dan mengganggu metabolisme udang. Peran antioksidan vitamin C membantu menjaga stabilitas fisiologis udang, yang secara tidak langsung berdampak pada efisiensi pemanfaatan pakan dan perbaikan nilai Feed Conversion Ratio (FCR).
- Sintesis Kolagen dan Kesehatan Eksoskeleton
- Peran Vitamin C dalam Sistem Imun Udang
- Aktivasi Imunitas Non-Spesifik
Udang mengandalkan sistem imun non-spesifik sebagai garis pertahanan utama. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa suplementasi vitamin C mampu meningkatkan aktivitas lisozim serum, mengaktifkan jalur komplemen alternatif, serta meningkatkan kemampuan fagositosis dan respiratory burst pada hemosit. Peningkatan parameter imun ini membuat udang lebih siap menghadapi tekanan patogen di lingkungan tambak. - Perlindungan terhadap Infeksi Vibrio
Patogen bakteri dari genus Vibrio, seperti Vibrio harveyi dan Vibrio parahaemolyticus, merupakan penyebab utama penyakit bakterial pada budidaya udang. Vitamin C berperan dalam memperkuat respon imun alami sehingga mampu menekan perkembangan infeksi Vibrio secara lebih efektif, terutama pada fase-fase kritis budidaya. - Bukti Bioenkapsulasi Vitamin C
Pendekatan bioenkapsulasi vitamin C melalui Artemia salina juga menunjukkan hasil yang menjanjikan, khususnya pada fase larva. Pemberian vitamin C dengan dosis 50 ppm melalui Artemia menghasilkan total hemosit (THC) tertinggi hingga 41 × 10⁴ sel/mm³, dengan komposisi hemosit yang optimal, yaitu sekitar 66,67% sel hialin. Kondisi ini mencerminkan sistem imun larva yang lebih siap dan responsif terhadap tantangan lingkungan.
- Aktivasi Imunitas Non-Spesifik
- Kebutuhan dan Aplikasi Vitamin C dalam Praktik Budidaya
Penelitian klasik oleh He et al. (1993) menunjukkan bahwa kebutuhan minimum vitamin C untuk kelangsungan hidup optimal udang vannamei mencapai 120 mg AAE/kg pakan. Dalam praktik lapangan, rekomendasi dosis umumnya disesuaikan dengan fase budidaya. Pada fase postlarva, kebutuhan vitamin C berkisar antara 80–120 mg/kg pakan, sedangkan pada fase grow-out direkomendasikan ≥100 mg/kg pakan. Untuk menjaga efektivitasnya, bentuk vitamin C yang digunakan sebaiknya merupakan bentuk stabil, seperti L-ascorbyl-2-polyphosphate, yang lebih tahan terhadap proses produksi pakan, penyimpanan, dan degradasi di air. Pada udang dengan bobot lebih dari 5 gram, peningkatan dosis hingga 260 mg/kg pakan tidak selalu memberikan tambahan pertumbuhan yang signifikan. Namun demikian, level tersebut tetap penting untuk menjaga kesehatan umum, imunitas, serta ketahanan terhadap stres kronis di tambak intensif. - Implikasi Praktis bagi Manajemen Tambak
Vitamin C tidak dapat dipandang sekadar sebagai suplemen tambahan, melainkan sebagai bagian dari strategi nutrisi preventif. Aplikasi vitamin C yang tepat membantu pembudidaya menekan risiko penyakit, meningkatkan ketahanan udang terhadap fluktuasi lingkungan, serta menjaga performa budidaya secara berkelanjutan. Dalam sistem budidaya modern, integrasi vitamin C dengan manajemen pakan, kualitas air, dan biosekuriti menjadi pendekatan yang semakin relevan untuk mencapai produktivitas optimal.
Vitamin C merupakan nutrien fungsional kunci dalam budidaya udang vannamei. Perannya mencakup dukungan terhadap kesehatan eksoskeleton, perlindungan dari stres oksidatif, peningkatan sistem imun, hingga kontribusi terhadap efisiensi pakan. Dengan dosis dan bentuk yang tepat, vitamin C mampu menjadi fondasi penting dalam menjaga kesehatan udang dan keberhasilan budidaya, khususnya pada sistem intensif dan superintensif.
Referensi
- He, H., et al. (1993). Vitamin C requirements of the shrimp Penaeus vannamei. Aquaculture, 118(4), 317–326. https://doi.org/10.1016/0044-8486(93)90305-I.
- Liu, A., et al. (2024). Vitamin nutrition in shrimp aquaculture: A review. Aquaculture, 574, 740248. https://doi.org/10.1016/j.aquaculture.2023.740004.
- Ardiansyah, A., et al. (2023). Respon Imun Larva Udang Vanamei. Jurnal Galung Tropical, 12(1). https://doi.org/10.31850/jgt.v12i1.990.
- Evaluation of vitamin C-enriched Artemia nauplii. https://www.vliz.be/imisdocs/publications/ocrd/2582.pdf.