Peran Kalium (K) dalam Budidaya Udang Vannamei

Kalium (K) merupakan mineral esensial yang sangat krusial dalam budidaya udang vaname (Litopenaeus vannamei). Peran kalium tidak hanya terbatas pada pemenuhan kebutuhan mineral, tetapi juga berkaitan langsung dengan stabilitas fisiologis udang dan kualitas lingkungan budidaya. Berdasarkan berbagai penelitian, kalium terbukti memberikan dampak signifikan terhadap proses osmoregulasi, efisiensi metabolisme, pertumbuhan, keberhasilan moulting, serta keseimbangan ion perairan.


  1. Optimalisasi Laju Osmoregulasi
    Manfaat utama kalium dalam budidaya udang vannamei adalah membantu proses osmoregulasi, yaitu kemampuan udang dalam mengatur keseimbangan tekanan osmotik antara cairan tubuh dan media pemeliharaan. Pada perairan bersalinitas rendah, perbedaan konsentrasi ion antara tubuh udang dan lingkungannya menjadi semakin besar, sehingga udang harus bekerja lebih keras untuk mempertahankan keseimbangan internal. Penelitian yang dilakukan oleh Widodo et al. (2011) dalam Jurnal Riset Akuakultur menunjukkan bahwa penambahan kalium pada kisaran 50 hingga 55,05 mg/L mampu menurunkan beban osmotik secara signifikan, dengan nilai berkisar antara 209,80 hingga 479,33 mOsm/kg. Sebaliknya, pada media tanpa penambahan kalium, beban osmotik dapat meningkat hingga sekitar 772,00 mOsm/kg. Beban osmotik yang lebih rendah ini membuat udang lebih stabil secara fisiologis dan tidak mudah mengalami stres ketika menghadapi perubahan kualitas air.

  2. Efisiensi Metabolisme dan Konsumsi Oksigen
    Kalium berperan langsung dalam metabolisme energi udang melalui pengaturan keseimbangan ion di dalam sel. Ketika kadar kalium berada pada kondisi optimal, udang tidak perlu mengeluarkan energi berlebih untuk mempertahankan homeostasis ionik tubuhnya. Penelitian oleh Widodo et al. (2011) dalam Jurnal Riset Akuakultur menunjukkan adanya korelasi yang sangat kuat antara konsentrasi kalium dengan tingkat konsumsi oksigen udang, dengan nilai korelasi mencapai 98,9 persen. Kondisi ini mengindikasikan bahwa semakin baik keseimbangan kalium di perairan, semakin efisien pula penggunaan oksigen dan energi oleh udang. Energi yang dihemat dari proses osmoregulasi kemudian dapat dialihkan untuk pertumbuhan jaringan tubuh dan peningkatan performa fisiologis secara keseluruhan.

  3. Peningkatan Laju Pertumbuhan dan Sintasan
    Pemberian kalium secara konsisten terbukti memberikan dampak positif terhadap laju pertumbuhan dan tingkat kelangsungan hidup udang vannamei, terutama pada fase pascalarva atau benur yang sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan. Penelitian oleh Iskandar et al. (2025) yang terbit dalam Grouper: Jurnal Ilmiah Perikanan mengonfirmasi bahwa suplementasi kalium pada media air tawar secara nyata meningkatkan pertumbuhan mutlak serta Survival Rate udang dibandingkan dengan perlakuan tanpa kalium. Udang yang dipelihara pada media dengan kadar kalium yang cukup menunjukkan pertumbuhan yang lebih cepat, ukuran yang lebih seragam, serta daya tahan hidup yang lebih baik, sehingga risiko kegagalan budidaya pada fase awal dapat ditekan

  4. Mendukung Keberhasilan Proses Moulting
    Sebagaimana dijelaskan oleh Marlina et al. (2005) dalam Egyptian Journal of Aquatic Biology & Fisheries, kalium juga berperan penting dalam mendukung keberhasilan proses moulting atau ganti kulit, yang merupakan fase krusial dalam siklus hidup udang. Mineral ini bekerja sinergis dengan kalsium dan magnesium dalam pembentukan serta pengerasan eksoskeleton baru setelah moulting. Kekurangan kalium sering kali dikaitkan dengan gangguan proses ganti kulit, kegagalan pengerasan cangkang, serta meningkatnya kejadian kematian mendadak di tambak. Dengan ketersediaan kalium yang memadai, proses moulting dapat berlangsung lebih lancar, sehingga pertumbuhan udang berjalan optimal dan risiko kematian akibat gangguan eksoskeleton dapat diminimalkan.

  5. Menjaga Keseimbangan Ion Perairan Tambak
    Selain berdampak langsung pada fisiologi udang, kalium juga berperan penting dalam menjaga keseimbangan ion perairan tambak. Pada sistem budidaya yang menggunakan air hujan atau air sumur daratan, komposisi mineral sering mengalami pengenceran sehingga rasio ion menjadi tidak seimbang. Kondisi ini dapat memicu stres lingkungan kronis yang menurunkan daya tahan udang terhadap penyakit. Kehadiran kalium dalam konsentrasi yang optimal membantu menstabilkan keseimbangan ion perairan, menjaga kondisi lingkungan tetap kondusif, serta menekan risiko penyakit yang dipicu oleh stres osmotik. Oleh karena itu, pemantauan kadar kalium secara rutin menjadi bagian penting dalam manajemen kualitas air, khususnya pada tambak salinitas rendah.

Kalium merupakan mineral esensial yang memegang peranan strategis dalam budidaya udang vannamei, terutama pada tambak bersalinitas rendah hingga air tawar. Melalui perannya dalam osmoregulasi, efisiensi metabolisme, pertumbuhan, keberhasilan moulting, dan stabilitas ion perairan, kalium berkontribusi langsung terhadap peningkatan performa biologis dan ketahanan udang. Pengelolaan kalium yang tepat tidak hanya mendukung kesehatan udang, tetapi juga menjadi fondasi penting bagi sistem budidaya yang stabil, efisien, dan berkelanjutan.

Referensi

← Kembali ke Beranda