Peran Zinc (Seng) dalam Budidaya Udang Vannamei

Zinc (Zn) merupakan salah satu mineral mikro esensial yang memiliki peran krusial dalam mendukung pertumbuhan, sistem imun, serta keseimbangan fisiologis udang Vannamei (Litopenaeus vannamei). Berbagai penelitian ilmiah telah membuktikan bahwa suplementasi zinc, khususnya dalam bentuk organik, memberikan dampak signifikan terhadap performa budidaya udang intensif.


  1. Zinc dan Peningkatan Laju Pertumbuhan
    Zinc berfungsi sebagai kofaktor berbagai enzim metabolik yang terlibat dalam sintesis protein dan pembelahan sel. Kekurangan zinc dalam pakan terbukti membatasi pertumbuhan udang dan meningkatkan rasio konversi pakan (FCR). Studi menunjukkan bahwa suplementasi zinc organik seperti zinc amino acid chelate mampu meningkatkan pertambahan bobot dan efisiensi pakan secara signifikan. Kebutuhan zinc optimal untuk juvenil udang Vannamei dilaporkan berada pada kisaran 66,8–104,8 mg/kg pakan.

  2. Peran Zinc dalam Sistem Imun Non-Spesifik
    Zinc berperan penting dalam aktivasi hemosit dan peningkatan respon imun non-spesifik. Pemberian zinc terbukti meningkatkan Total Haemocyte Count (THC) serta aktivitas enzim phenoloxidase (PO). Penelitian melaporkan bahwa suplementasi zinc pada dosis 45 mg/kg pakan mampu meningkatkan Laju Pertumbuhan Harian (LPH) dari 3,11% menjadi 3,54%, sekaligus meningkatkan ketahanan udang terhadap infeksi Vibrio parahaemolyticus.

  3. Zinc sebagai Antioksidan dan Penjaga Homeostasis
    Dalam kondisi budidaya intensif, udang rentan terhadap stres oksidatif. Zinc berperan dalam meningkatkan kapasitas antioksidan dengan menginduksi ekspresi enzim seperti superoxide dismutase (SOD) dan menurunkan kadar malondialdehyde (MDA). Selain itu, zinc juga berkontribusi dalam menjaga kesehatan pencernaan dengan menyeimbangkan mikrobiota usus, meningkatkan populasi bakteri menguntungkan, dan menekan pertumbuhan patogen.

  4. Ambang Batas Aman dan Risiko Toksisitas Zinc
    Meskipun bermanfaat, penggunaan zinc harus dilakukan secara terukur. Konsentrasi zinc sulfat di air sebesar 8 mg/L dilaporkan menyebabkan penurunan sintasan hingga 7% dan menghambat pertumbuhan udang. Nilai LC50 zinc sulfat untuk udang Vannamei tercatat sekitar 0,71 ppm, sehingga aplikasi zinc langsung ke perairan tanpa perhitungan matang sangat berisiko.

Penggunaan zinc organik dalam pakan dengan dosis 40–100 mg/kg pakandirekomendasikan untuk memperoleh pertumbuhan optimal dan sistem imun yang kuat. Hindari aplikasi zinc dosis tinggi langsung ke air untuk mencegah efek toksik.

Referensi

← Kembali ke Beranda