Peran Silikat dalam Budidaya Udang Vannamei (Litopenaeus vannamei)
Penggunaan silikat dalam budidaya udang vannamei (Litopenaeus vannamei) merupakan strategi penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem tambak, khususnya melalui stimulasi fitoplankton yang menguntungkan. Silikat berperan dalam mendukung dominasi diatom, meningkatkan kualitas lingkungan, serta berkontribusi terhadap pertumbuhan, kesehatan, dan keuntungan ekonomi budidaya.
- Stimulasi Diatom sebagai Pakan Alami UtamaSilikat merupakan nutrisi pembatas utama bagi diatom (Bacillariophyceae) seperti Thalassiosira sp. dan Chaetoceros sp. Diatom membutuhkan silika (SiO₂) untuk membentuk dinding sel (frustule). Ketersediaan silikat yang cukup akan mendorong dominasi diatom di perairan tambak, yang dikenal memiliki nilai nutrisi tinggi dan ukuran sel sesuai dengan bukaan mulut udang fase benur.
Data ilmiah menunjukkan bahwa suplementasi natrium metasilikat mampu meningkatkan dominasi diatom secara signifikan. Pada sistem biofloc, kadar silika rata-rata 8,2 mg/L menghasilkan dominasi diatom yang lebih tinggi dibandingkan kontrol dengan kadar silika 2,5 mg/L. Kondisi ini mendukung tersedianya pakan alami berkualitas secara berkelanjutan. - Peningkatan Laju Pertumbuhan dan Kelangsungan HidupKetersediaan silikat yang optimal berkontribusi langsung terhadap performa pertumbuhan udang melalui rantai makanan alami serta stabilitas kualitas air. Dominasi diatom membantu menciptakan lingkungan yang lebih seimbang dan mengurangi tekanan stres pada udang.
Secara empiris, penggunaan silikat pada skala rumah tangga dilaporkan mampu menghasilkan Survival Rate (SR) hingga 90,1%, dengan pertumbuhan yang terus meningkat setiap minggu. Pemanfaatan pakan alami hasil stimulasi silikat juga terbukti menekan nilai Feed Conversion Ratio (FCR), karena udang tidak hanya bergantung pada pakan buatan. - Penguatan Sistem Imun dan Kesehatan UdangSelain berperan di lingkungan air, silikat juga memberikan manfaat apabila ditambahkan dalam formulasi pakan sebagai mineral tambahan. Silikat alami berkontribusi terhadap peningkatan respon imun non-spesifik udang.
Penelitian menunjukkan bahwa suplementasi mineral silikat alami, seperti kombinasi Natural Silicate and Yeast, mampu meningkatkan Total Haemocyte Count (THC) serta aktivitas lisozim. Parameter ini merupakan indikator utama kekuatan sistem imun udang dalam menghadapi tantangan patogen. - Peningkatan Hasil Panen dan Keuntungan EkonomiManajemen silikat yang baik memberikan dampak positif tidak hanya secara biologis, tetapi juga secara ekonomi. Tambak dengan suplementasi silikat menunjukkan peningkatan produktivitas dan efisiensi usaha.
Secara kuantitatif, tambak yang menerapkan suplementasi silikat mampu menghasilkan biomassa hingga 3,0 kg/m³ atau setara 36,2 ton/ha per siklus, lebih tinggi dibandingkan tambak tanpa silikat yang hanya mencapai 2,8 kg/m³. Penerapan strategi ini dilaporkan meningkatkan pendapatan hingga 10,55%.
Silikat merupakan komponen kunci dalam manajemen tambak udang vannamei modern. Melalui stimulasi diatom, peningkatan pertumbuhan dan kelangsungan hidup, penguatan sistem imun, serta peningkatan hasil panen, silikat menjadi bagian strategis dalam budidaya berkelanjutan dan menguntungkan.
Referensi